الخميس، 17 يناير، 2013

Dalam LINK ini saya akan mengulas dan memaparkan cerita2 yang mudash2an dapat menjadi inspirasi buat kaula muda terutama para remaja.
Selamat menikmati !!

MY NAME IS JOKO

Namaku Joe,lengkapnya Tri Joko Pramono aku merupakan anak bontot dari bapak dan emakku.
aku memiliki 2 sepasang kakak yang sangat menyayangiku walau sesungguhnya banyak perbedaan yang signifikan yang sangat bertabrakan secara fisik tentunya. Yang pertama cewek namanya Shila Aluna Novita  yang terlahir sangat tomboi,yang kedua cowok namanya Dedy Devranto Wijaya yang pendiam tapi sangat jahil dan sangat senang baca Majalah dewasa. Sejujurnya aku bingung kenapa emak dan bapakku memberi nama yang sangat aneh. Sedabgkan kedua kakakku namanya bagus-bagus banget,oke gak masalah kalo depannya Tri,tetapi ujungnya Joko Pramono. Mana di panggil Joko kesannya jawa banget,padahal aku asli Bengkulu. Ya untuk memberi kesan modernisasi,aku memberi nama panggilan sendiri terhadap namaku dengan panggilan Joe. 2013 masa masih ada nama Joko. gak mungkin kan,hheee,bukan maksud gak menghargai pemberian orang tua. Tapi aku juga malu dengan candaan teman2 atau siapa saja yang mengajak kenalan.Terlalu banyak derita bathin dan fisik yang mesti aku terima,bayangin Kedua kakakku besar tinggi ,putih dan hidung mancung. Sedangkan  aku,tercipta sampai sekarang diumur 20 tahun dengan bentuk unik yaitu tinggi 162cm,kulit coklat,hidung pesek,buncit dan yang membuat ku binggung dengan beban R ku cadel. Ditambah dengan nama Joko,oh my good BETAPA sedihnya aku.
kembali ke topik emak dan bapakku. bapakku keturunan Jawa-Madura,tetapi secara bahasa gak ada jawa,dan juga gak ada madura. Yang sangat melekat adalah kerasnya sikap dan kasarnya tutur kata yang ku menilai ini benar2 darah madura. Bapakku dalam mendidik anak sangat keras,kerasnya masya allah. Dari 3 beradik kami sama2 mendapatkan perlakuan yang sangat memuakan. Terkadang dalam benakku,benarkah dia seorang bapak. Mendidik anak sungguh menyesakkan hati kalau aku ingat,seperti waktu aku berumu 9 tahun. Gra2 berkelahi dengan teman sebaya aku di gampar terus kepalaku ditimbun kedalam pasir terus diangkat dan disaksikan para tetangga,itu katanya mengajarkan agar anak tidak jahil dan nakal.
sejak saat itu aku benar2 gondok dan benci sampai sekarang. Terlalu banyak bakat d tubuhku yang dia torehkan kepadaku. Bukan saja aku,kakak keduaku kepalanya di benamkan kedalam air siring hanya karena mancing sampai sore,dan kakak pertamaku di kejar sambil bawa sabit gara2 dia jalan sama cowok sewaktu SMP.